shrie's posts with tag: my kiddo
Hai hai...
Ryuga kembali lagi updated rumah maya ini... Setelah sekian lama tidak updated , ryu akan upload foto-foto ryu saat menjadi Detektif cilik.
"Mana Penjahatnya?"
"Jangan Bergerak!!!"
"JANGAN BERGERAK!!!!"
"Keluar!! Jangan sembunyi di trolley ya!"
"Got you!!! Anda gak bisa bergerak skarang :P"Ok deh. Sampai ketemu lagi di aksi Ryu selanjutnya. Jurnal ini crossposting dari Ryuga Home
Lewat sudah masa-masa keemasan naik sepeda dan main Mobil – mobilan. Sekarang masanya main Badminton!. Ya, Our beloved kid sedang gandrung-gandrungnya dengan Olahraga Badminton. Tidak mengenal baru bangun tidur, siang, sore dan menjelang tidur dimalam hari. Selalu yang di cari adalah Raket & Kook. Gemesin deh kalau ryuga sedang angot mau main badminton ini. Soalnya dia gak mau main sendirian. Ya, iyaaalah... dimana-mana main badminton ya harus ada temennya donk hehehe. Makanya kalau sudah angot nih! siapa aja yang sedang dekat-dekat dia, langsung di todong main "ka’ket" begitulah ia menyebut olahraga ini. Suatu saat, ayahnya pernah kecapean jadi sparing patner ryuga. Soalnya ryuga maksa main, saat si Ayah baru tiba dari kantor. Jadi deh si ayah kecapean dan saat Ayahnya minta time bentar, eeealaa ryuganya nangis dan bentak-bentak. Bener-bener kena syndrome Ka’ket nih Ryuga. Minggu yang lalu juga gitu, ayah sempet minta timeout tapi teteup ryuga maksa, maka terjadilah tawar menawar antara Ryu and Ayah, Begini : Ayah: Time out dulu ya nak! (sambil duduk liat tepe. Ini mah emank mau nonton aja )Ryu: Ayaaahh ayoo! Ka’ket...A: Iya bentar istirahat dulu donk.R: Kakeet..ayoo (sambil narik2 si ayah)A: Ryu.. ayah capek nih.R: Ayyyyaaahhh kaket! (yelling)A: (kageettt di bentak ryuga. Lalu melotot. Hikss padahal mata ayah sipit lo:P) R: Ayooo kakeeet ( gak mudeng kalau ayahnya sedang marah) Sebagai moderator!. Lo... kok moderator? Sebagai orang yang netral kali ya.. bunda dating menetralkan suasana.Bunda: Ayah, ayo temenin lagi mainnya. A: Capek bun, sejak tadi mainnya.B: Ayah ini! gimana kalau suatu saat, ternyata Ryu jadi atlit badminton sekelas Taufik Hidayat?. Tar Ayah nyesel lo.. karena gak mau support Ryu! (hihihihi ngancem. Dan ngeles gak mau di tunjuk gantiin ayah. Secara bunda juga kapok di jadiin sparing patner ama Ryuga )A: Ayooo ryu kita main lagi..R: (cengengesann... )Ya gitu deh sedikit kisah Ryuga dengan hobby barunya main Badminton A.K.A Ka’keet.
Note: Journal ini di import dari http://myryuga.blogspot.com
Judulnya gak ku ku ku ya . Waktu libur panjang kemarin, di kompleks rumah ryu ada keriaan dalam rangka menyambut hari kemerdekaan RI yang ke 61. Banyak perlombaan yang di selenggarakan oleh panitia, mulai dari fashion show, lomba tangkap ikan, sapu balon, pecahin balon, konvoi sepeda hias dll.
Pada dasarnya perlombaan ini dibuat untuk memeriahkan hari libur panjang (5 hari bo...) jadi timbullah ide ibu-ibu pengurus RT untuk membuat keriaan tadi.
Anyway, usia ryu masih terlalu kecil (2th / 2bln) Jadinya ryu belum bisa ikut lomba yang aneh-aneh, ia hanya ikut lomba fashion show dan konvoi sepeda hias saja.
Itu juga daftar fashion show bener-bener dadakan, saat itu ryu maunya berdiri di tengah-tengah karpet merah terus(maksudnya TERPAL biru kaa'lee ) .
Dan saat acara penjurian berlangsung, ryu harus ngantri nungguin sesuai nomor urut, kebetulan ia dapat no-9, sukses ngantri hanya 1 menit setelah itu ryu jadi tidak sabaran dan langsung ngeloyor ketengah-tengah "Karpet Merah", berdiri dengan gayanya yang aneh-aneh :P *pokoknya rusuuh euy*. Dan ketika gilirannya tiba, eealaa... ryu malah ngambek dan emoh untuk tampil lagi hahahahaha. Sudah pasti gak juara atuuuu' .
 Finaly, Ryu finish juga saat konvoi sepeda hias berlangsung, sayangnya ia finish diurutan paling belakang . Itu juga, sama ayahnya sudah motong jalur paling pendek. Harap di maklumi, ryu adalah peserta paling muda di konvoi sepeda hias kali ini *ngeles.com*. Semoga tahun depan ryu bisa lebih berpasrtisipasi lagi, hehehehe.
MERDEKA!
 “Andaa, atuuh, akiitt, ayah” ujar Ryu sambil terisak isak , mukanya merah padam. Rupanya ia sedang laporan ke aku, soalnya ia baru saja jatuh di keranakan oleh ayahnya. “Capek, mimi” ujarnya sambil menarik ku ke dapur. Rupanya ia kecapean habis bermain.
Masih banyak lagi yang ingin aku gambarkan tentang perkembangan bicara Ryu akhir-akhir ini. Perkembangan kosa katanya cukup mengembirakan, ia bisa mengucapkan kata yang gampang sampai dengan kata-kata yang susah, seperti: Masuk, keluar, turun, pipi (TV), sakit, jatuh, luka, dlsb.
Keraguanku sedikit-sedikit hilang, maklum beberapa waktu yang lalu aku begitu depresi karena sebagian orang yang aku temui selalu mencap Ryu “Telat ngomong”.
Sebenarnya tidak perlu di kwatirkan, tapi kalau setiap hari orang berkomentar seperti itu lama-lama aku gerah juga. Makanya sekarang aku sedikit tenang dengan penguasaan kosa kata Ryu.
Kalau aku perhatikan, ia sangat cepat mengikuti atau menghapal kata yang ia dengar. Mulai dari tagline Iklan di TV sampai dengan apa yang ia dengar dari kami atau dari teman bermainnya. Bahkan jingle IKLAN dapat ia senandungkan. Yang paling sering ia nyanyikan adalah jingle iklan SUSU BENDERA… jadi kalau ia minta dibuatkan susu, maka ia akan bernyanyi seperti ini “cucu saya cucu ben&*$%raaa”.
Saat weekend kemarin, assistant dirumah kami suruh liburan. Jadi bunda, ayah dan ryu saja yang ada dirumah. Waktu suapin ryu makan, aku kepancing emosi dan keceplosan mengucapkan kata yang tidak sopan, dan tentu saja dengan spontan Ryu mengikuti ucapanku itu!.
Saat itu aku hanya bisa istigfar dan merasa sangat bersalah, ko bisa-bisanya kata itu terucap dari mulutku, aku sangat menyesal bisa terpancing olehnya. Ceritanya begini, siang itu saat aku suapin ryu makan, aku sedikit tidak sabaran soalnya ia makan sambil diemut, maka terjadilah dialog dibawah
Bunda: Ryu maemnya di telan donk.. Ryu: Cuek saja sambil ngutak ngatik mainannya (tanpa noleh ke bunda) B: Ryu ayoo buruan! R: Masih cuek B: Ryuuu..! (mulai kepancing emosi) R: Cuekk…bebek B: WOII… ayo di telan..!!!  R: Natap bunda lalu bilang “WOII… ” B: Kabur ke belakang … sambil curhat ke ayah !.
Ya begitu deh cerita nya. Kesimpulan dari kejadian itu, Bunda lagi-lagi harus extra sabar menghadapi Ryu dan juga harus berhati-hati mngeluarkan kata di depannya, soalnya sekarang ini ia bisa dengan cepat mengikuti dan mencerna kata yang kita ucapkan.
Info Foto: Ryu mau kesekolah dulu ya…!
 “Anaknya ko nakal banget!”, “Ortunya gimana sih ko anaknya di biarin guling2an di lantai!”. Itu beberapa anggapan yang sering terlintas di benakku saat melihat anak kecil yang merengek-rengek di Mall atau supermarket, beberapa tahun silam dikala aku masih berstatus single.
Aku selalu berdoa semoga kelak anakku tidak mengalami hal itu jika kami ke mall, aku takut orang akan berpandangan negative. Tapi mau sampai kapan? Masa anak semata wayang harus di tinggal terus di rumah sementara Ayah , bundanya kelayapan di Mall atau supermartket?.
Ini lah dilema yang aku alami beberapa bulan yang lalu. Memang aku tetap coba mengajak Ryu ke mall, tetapi aku membatasi ke mall tersebut hanya 1 jam saja, dan jujur saja sangat tidak mengasikkan tapi setidaknya ia juga bisa menikmati jalan bareng ortunya.
So far berhasil, sebelum Ryu merasa bosan di mall/supermarket kami langsung mengajaknya pulang. Kalau kami terlambat maka ia akan mulai mencari-cari masalah seperti ingin mendorong kereta belanja sendirian, ingin mengambil apa saja yang menarik, ingin berlarian kesana kemari dan masih banyak tingkah yang lain lagi. Tapi jika kami pulang sebelum rasa bosannya timbul, maka ia pun akan bersikap manis selama di mall/supermarket tsb.
Kemarin ada kejadian menarik, saat kami sedang belanja di supermarket ia ngambek dan ingin mendorong kereta belanja sendirian, bayangin saja kereta belanja sebesar itu dan penuh dengan belanjaan mau di dorong sendirian!.
Tentu saja kereta tersebut tidak bisa ia dorong tapi tetap saja ia insist mendorong sendiri dan kami tidak boleh memegang kereta tsb. Well, kami biarkan saja ia ngambek karena kami harus mendorong kereta itu, soalnya saat itu kereta kami sudah menghalangi jalan pengunjung lain.
Karena keinginannya tidak kami penuhi maka dengan spontan Ryu langsung melampiaskan rasa kesalnya, dengan berguling – guling di lantai, nangis dibuat-buat lalu ngoceh tidak jelas (maklum ryu masih pakai bahasa planet :P), saat itu aku coba merayunya untuk bangun karena ia menghalangi jalanan, tapi bukannya berhenti malah tangisnya semakin kencang.
Karena merasa rayuan kami sia-sia, akhirnya kami memutuskan untuk membiarkan tingkahnya itu lalu pura-pura menginggalkannya . Surprise! Saat itu ia berhenti ngambek lalu memungut topinya yang tadi ia buang lalu mengejar kami sambil senyum-seyum dan berjalan bareng kami menuju kasir.
“Anak-anak yang bertingkah seperti Ryu tadi adalah anak Nakal atau kami termasuk Ortu yang cuek bebek!” Anggapan-anggapan ku waktu masih single dahulu memang tidak tepat dan aku mengakui kesalahanku akan anggapan itu.
Aku sadar kalau anak kecil memang harus di arahkan untuk menyalurkan rasa kesalnya, diarahkan mengekpresikan rasa marahnya dengan benar. Tentunya bukan dengan teori saja tapi harus dengan cara praktek langsung di lapangan. Dan aku baru saja mengalami praktek lapangan yang sangat menarik.
Menjadi orang tua yang baik itu memang susah, butuh proses untuk menjadi seperti itu dan aku baru saja memulai tahap-tahap penting dalam proses menuju kesana aku yakin perjalanan kedepan semakin menantang, jadi tidak sabar nih pingin tau hal menarik apa lagi yang akan aku temui!. 
 “Maaamaaaa pipiiiiiiis!” Yes... batinku dalam hati, akhirnya putra ku memberi signal bila ingin buang air kecil, segera aku menghampirinya di pojok ruang keluarga kami dan ternyata dugaanku salah, putraku sudah pipis sebelum ia teriak ‘Maaamaaaa pipiiiiiiis!’. Toilet training yang sejak dini aku terapkan belum terlihat hasilnya hingga usianya menginjak 2 tahun, Ada apa sebenarnya? apa trik yang aku terapkan salah? Atau ia sedang menguji kesabaran kami!. Putra ku akhir-akhir ini memang sering memancing kesabaran kami, dengan seringnya ia pipis dengan sengaja di tempat-tempat khusus. Suatu kali aku pernah melarangnya untuk tidak pipis di sofa keluarga, karena sofa itu sering ia pakai buat tiduran bila nonton TV, tapi saat ingin pipis ia akan berlari ke sofa tersebut dan dengan sengaja ia pipis sambil tertawa-tawa, “terrible two” gumanku dalam hati, hanya istilah itu yang bisa melukiskan perilakunya yang menggoda kami saat pipis. Tapi tidak jarang juga ia memberikan signal positif kepada kami, suatu kali ia memberi signal itu dengan memegang kelaminnya lalu menuju toilet dan ia benar-benar pipis. Kejadian itu bisa di hitung pakai jari saja selebihnya ia hanya menggoda/memancing kesabaran kami. “Gatot” atau Gagal Total tehnik toilet training yang aku terapkan, target untuk segera menjauhkan pampers darinya molor lagi hingga 6 bulan kedepan. Sepertinya aku harus lebih sabar dan harus lebih disiplin menerapkan toilet traning ini padanya. Info foto: Ngumpet Di Lemari Pakaian
 Akhirnya bunda membelikanku sepeda roda dua, yang selama ini aku impi-impikan. Sepeda ini sudah sejak lama di janjikan, tapi baru sekarang benar-benar aku memilikinya, setelah penantianku yang panjang sekali.
Setiap sore aku hanya bisa memandangi temanku bermain sepeda dari sepeda kecilku yang sama sekali tidak bisa di goes dan juga kecil buanget kalau duduk pasti kaki aku langsung kena tanah, pokoknya sepeda kecilku sudah ga cocok dengan batita seperti aku.
 Kemarin siang bunda menepati janjinya untuk membelikanku sepeda tersebut katanya sih sebagai hadiah Ultah ku yang ke-2, dan jujur saja aku sueneeng sekali dan sangat terharu soalnya sepedaku bentuknya keren banget, warnanya merah, ada nama ku dan tgl lahirku tertulis di stangnya dan modelnya so cool hikhikhikhik *terharu mode.on*, aku langsung naik dan coba untuk meng-goesnya, tapi... tapi... sayang ko rasanya berat ya saat aku goes!, huahuahuahua *tangisku* Ayah mencoba membantuku dan kasih petunjuk cara menggoes yang baik dan benar, tapi tetep saja aku susah menggoesnya huahuahuahuahua *tangisku lagi*.
Sorepun tiba, aku sudah mandi dan berpakaian dengan rapi siap-siap untuk bermain sepeda bersama dengan teman-temanku. Setelah mengeluarkan sepeda ke jalan depan rumah, aku naik dan coba menggoes tapi ko keras juga sih huahuahuahua *tangisku lagi*, seorang temanku menyalipku sambil berkata "Ayo Ryu, kamu bisaaa", semangatku muncul lagi dan untuk kesekian kalinya aku mencoba menggoes tapi tetep saja hasilnya sama huahuahuahua *tangisku lagi*, akhirnya aku memutuskan turun dan minta temanku untuk bertukar sepeda denganku. Aku penasaran ko ia bisa dengan lincahnya menggoes sementara aku susahnya minta ampun!!!, jangan-jangan sepedaku bermasalah nih? *pikirku*, diujung sana bunda dan ayah teriak2 tapi aku sama sekali enggak mengerti maksud mereka! *bingung.com*.
 Uuuhhh... keselnya ternyata maksud aku untuk bertukar sepeda dilarang oleh bunda! Huahuahuahuahua *tangisku lagi*. Bunda menghampiri ku dan bilang "Ryu kalau mau jago seperti temennya, kamu harus belajar goes sendiri. Sepeda kamu dan sepeda temen kamu itu sama saja ko, ayooo mulai belajar goes dulu ya". Huahuahuahuahuahua *tangisku makin meledak ledak*, bunda emank ga ngerti nih, aku kan pengen langsung bisa naik sepeda, aku ga mau belajar dulu, ada ga sih sepeda yang langsung bisa aku pakai tanpa belajar goes bundaaa??? *teriakku di sela tangisku yang semakin kencang*.
Note: 1.Cerita di atas di tuturkan langsung oleh Ryu, Bunda hanya bantuin ngetik doank. Sueeeer deh kalau ga percaya! tanya aja sama Ryu nya langsung.
2. Bunda lagi ga' kreatip jadi copy aja nih cerita blog nya Ryu 
 | Category: | Books | | Genre: | Childrens Books | | Author: | Asaduddin Press |
Kupu kupu yang lucu Kemana engkau terbang … Hilir mudik mencari Bunga bunga yang mekar Ber ayun ayun, pada tangkai yang lemah Tidakkah sayapmu Merasa lelah… Itu salah satu lagu yang ada di buku favorite Ryu "Belajar Sambil Bernyanyi, Dibuat Oleh: Asaduddin Press". Kalau kami sudah menyanyikan lagu itu, dengan sigapnya Ryu akan segera mencari buku tersebut, entah ia baru bangun tidur lagi bermain ataupun lagi makan. Setelah mendapatkan buku tersebut ia akan membuka lembar demi lembar dan menyuruh kami untuk menyanyikan semua lagu yang ada di buku tersebut, jika kami menolak maka ia akan memaksa kami sampai mau, dan bila kami kecapean ia kembali akan memaksa, bila perlu menangis sambil menyodorkan buku tersebut dan menunjuk lagu mana yang ia inginkan. Kebayang kan? Bagaimana ribetnya.
Sebenarnya ia juga mempunyai banyak buku lain, tapi hanya buku ini saja yang ia sukai, bila teman sebayanya ingin pinjam pasti deh Ryu tidak akan meminjamkannya, ia lebih baik memberikan buku yang lain ketimbang buku "Belajar Sambil Bernyanyi" ini. Makanya kenapa kami menyebut buku ini sebagai buku Favorite Ryu.
Lagu - lagu yang ada dibuku tersebut adalah sebagai berikut: * Kupu Kupu Yang Lucu * Pelangi Pelangi * Lihat Kebunku * Balonku Ada Limah * Dua Mata Saya * Kasih Ibu * Bebek Bebekku * Kodok Ngorek * Naik Kereta Api * Kereta Kuda
Untuk syair lagu "Balonku Ada Lima", yang beberapa waktu lalu kontroversial dengan lirik yang katanya salah, sebenarnya email email yang di kirimkan oleh orang tidak bertanggung jawablah yang salah, karena di buku ini liriknya demikian: Balonku ada lima Rupa rupa warnanya Hijau kuning kelabu Merah muda dan biru Meletus balon Hijau, door! Hatiku tetap sabar Balonku tinggal empat Kupegang erat erat
Saya yakin versi balonku yang benar adalah versi yang ada di buku ini. Jadi email yang bersliweran beberapa waktu lalu itu adalah HOAX alias email yang tidak benar alias email yang dibuat oleh orang-orang iseng saja, jadi diabaikan saja.
Ayooo nak Ryu kita nyanyi lagi… Naik kereta api tut tut tut… Siapa hendak turut Ke Bandung Surabaya… 
 | Panik | Jan 15, '06 9:13 PM for everyone |
 Panik, baru kali ini saya merasakan PANIK sebenar benarnya. Panik membuat saya jadi tidak terkendali, mengeluarkan kata kata yang tidak teratur dan cenderung menghardik orang di sekitar ku saat itu. Panik juga membuat nalarku buntu, tidak bisa berpikir dengan cepat seperti biasa. Itulah arti dan makna dari kata panik. Ada apa sih dengan panik?
Begini ceritanya, beberapa hari lalu pikiran saya lagi teralihkan oleh buku bacaan saya ELDEST by Christopher Paolini, all weekend saya bertapa di dalam ruang kerja untuk membaca buku tersebut, praktis saja Ryu dan Suami saya abaikan, beginilah saya kalau sudah ketemu buku, buku selalu jadi no 1 dan yang lain menjadi nomor 2, 3 dan seterusnya. Saat itu saya masih terbenam dengan keasyikan buku itu hingga tiba – tiba terdengar suara tangis Ryu, selang 1 menit saya cuek saja, 2 menit tangisnya tidak reda saya masih cuek juga, 3 menit, 4 menit, 5 menit tangisnya makin menjadi – jadi, tangis itu menyadarkanku dari hipnotis bacaanku kali ini, kupasang kuping mendengar apa yang terjadi “mana perban dan betadinenya mbak?” sayup sayup suara suamiku terdengar, “duuuh darahnya banyak sekali” suara suamiku terdengar nervous.
Bergegas saya keluar kamar dan mendapati Suami sedang menggendong Ryu dengan lutut kiri yang terluka sebesar uang logam Rp. 500 merah dan berdarah, assistantnya sedang sibuk memberikan betadine ke lutut Ryu tapi usahanya sia – sia karena Ryu meronta ronta dan menangis sejadi – jadinya, maidku mondar mandir di kamar tersebut tanpa do something (dia bingung kayaknya), di lantai berceceran darah kecoklatan yang sangat banyak setelah melihat itu aku langsung PANIC karena melihat darah di lantai itu dan melihat besarnya luka Ryu. Karena panic saya jadi membentak dan memarahi mereka semua, segera Ryu saya takeover dari suami dan membaringkannya di kasur, dan spontan akan membawah Ryu ke UGD saat itu juga. Tapi bukannya Ryu tenang ketika aku membaringkannya di kasur, Ia memberikan perlawanan yang sengit, meronta ronta melepaskan peganganku dari tubuh mungilnya. Sepertinya ia bingung kenapa tiba tiba semua orang mengelilinginya dan semua kelihatan panic. Setelah menyadari kalau panic di lawan panic justru akan memperkeruh suasana, dan melihat perlawanan Ryu yang menjadi akhirnya saya coba calm down, berusaha untuk berpikir dengan tenang dan menyuruh semua yang ada di kamar itu untuk keluar, setelah itu baru saya bisa berpikir dengan normal dan secepat kilat merawat luka Ryu dan menghentikan darah yang masih keluar.
Setelah berhasil merawat luka tersebut dengan baik, saya menanyakan kronologis bagaimana Ryu terjatuh sampai berdarah sebanyak itu, tidak perlu saya ceritakan kali ya rincinya seperti apa, takut kepanjangan dan pada bosan deh bacanya. Satu hal yang membuat saya sedikit tenang ternyata darah yang berceceran di lantai itu adalah batedine yang menetes karena usaha assistan Ryu memberikan kelutut nya, jadi bukan darah seperti dugaan saya (akibat panic betadine di kira darah deh, padahal jauh bedah Merah & Coklat), dan luka di lutut Ryu itu bukan luka yang fatal tapi hanya luka yang di sebabkan oleh kulit Ryu yang terkelupas (beberapa hari yang lalu lutut tersebut kena knalpot motor pa’cik Ryu dan melepuh di sekitar lutut itu).
Beberapa saat setelah kepanikan itu berlalu, Ryu kecil kami terlihat ceria lagi, mulai berlari lari lagi, tertawa dan ngoceh dengan bahasanya. Saya pun senang bisa mengalahkan rasa panik itu dengan ketenangan.
Moral of the story: * PANIK bisa melanda siapa saja even orang tersebut sudah terbiasa mengendalikan atau menghadapi kepanikan itu. * Jangan pernah melawan panik dengan kepanikan juga, karena akan sia – sia
Info foto: New pic of Ryuga, Jan/10/2006


Pasti pada bingung dengan judulnya ya? Tenang tenang ceritanya begini kemarin siang saya dapat telpon dari assistan Ryu, sedikit cuplikan pembicaraan saya dengan assistan tsb, Assistan: Bunda, tadi Ryu jatuh! (nada dikit takut, tapi saya pernah pesen kalau sesuatu terjadi dengan Ryu kamu jangan takut lapor ke saya) Bunda: Lah… jatuh di mana? Apakah dia baik2 saja? Ada yang luka? (mencoba tenang, tapi lihat dari pertanyaan yg terlontar bertubi tubi pasti deh bisa nebak ;) ). A: Enggak bengkak hanya merah di jidat. Dia baik – baik saja langsung lincah lagi. Tadi juga saya sudah kompres dengan es batu, kasih minyak tawon trus saya kasi handyplast (malam sebelumnya saya ko beli handyplast kids untuk Ryu “bingung mode on ko pas banget”). B: Emank jatuh nya gimana? A: Ia terpeleset di teras, tapi jatuhnya tengkurap di lantai gitu, makanya jidatnya merah, enggak bengkak ko. (tetep tidak bilang luka) B: Oh gitu … ya udah lain kali hati – hati ya, jangan kecolongan lagi ya!
Kira – kira begitulah percakapan saya dengan assistan tsb. Karena kemarin saya dan suami sudah ada planning mau cetak foto jadinya kami pulang telat dan sesampainya kami di rumah, Ryu sudah terlelap dalam tidur, segera saya cek jidatnya yang terlihat hanya handyplast gambar lion aja saat itu, ga kliatan memar or something yang membuat saya panik.
Pagi hari bangun tidur saya langsung kepikiran mau lihat luka memar Ryu lagi, jadinya handyplast nya saya coba buka, tapiii… tanpa di duga muncul perlawanan dari Ryu, saat itu saya agak kaget juga, setelah berhasil saya buka, barulah saya sadar ternyata itu bukannya memar tapi luka “SOBEK” di jidat Ryu yang lumayan panjang luka itu kira-kira 2cm, wuiiihhh ingin rasanya marahin assistant saat itu tapii saya coba calmdown, akhirnya scar itu saya kasih betadine lagi dan saya rawat selayaknya luka bukannya memar seperti assistan tsb bilang sebelumnya (gemeesss deh), yang buat saya nyesek saat melihat scar itu, posisinya itu lo… di jidat dan lumayan panjang, pikir saya scar ini akan jadi tanda buat Ryu seumur hidup…. But anyway ada positifnya juga sih secara scar ini letaknya sama dengan scar nya Harry potter (idola bunda hihihi) hanya saja Harry bentuknya kilat kalau Ryu bentuknya pedang kali yeee.
Ya… ambil positif nya saja sih kalau next time butuh figuran pengganti Harry, ga usah jauh-jauh deh nyarinya tuh Ryu aja alami lagi scar nya tidak dibuat – buat. Lucuu ya bukannya saya panik and kesel malah seneng anak dapat scar di jidat…
Info foto: Ryu waktu masih berjidat mulus

 "Bunda, gigi geraham bagian atas Ryu udah ngintip tuh." Blank sesaat , "Serius nih tan?" , "Hu ugh serius, belum terlalu jelas sih tapi udah kliatan putih gitu". Dalam hati ingin triakk "Huuureeeeeeeeeeeeeee" , tapi ga mungkin la yaoooo secara saat itu Bun lagi di kantor huehuehuehue.
Mana, pas trima telpun dari Tante Ryu, Aku lagi underpreasure sekaleee, secara ada Import dari China, lolos tanpa Original Document from supplier, hikshiks...kecolongannn, siap2 deh Bun di claim ribuan US$.
Anyweeyyy, brita gembira kalau geraham Ryu udah nongol, pingin aku share ke teman2 sekalian... *norak gpp kan* ^_^

| |