shrie's posts with tag: movie
 | Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
Film Trilogy Bourne di angkat dari novel legendaris yang berjudul sama dan di tulis oleh Robert Ludlum. Film The Bourne Ultimatum, adalah film ke 3 atau yang terakhir dari trilogy ini. Dan, tentu saja Mr.Bourne, masih di perankan oleh siganteng Matt Damon.
The Bourne Ultimatum, sangat pantas bila saya bilang, film yang sangat di nantikan, terbukti di minggu pertama pemutarannya saja ia sudah mengantungi pendapatan $69.3 million, melalui tiket (menurut info di wikipedia), bukan itu saja, saya juga sangat puas menonton aksi Jason Bourne.
Alur cerita film ini sangat dinamis, mengambil setting di beberapa negara, mulai dari Russia, Paris, London, Madrid, Tangier and New York City. Berbagai petunjuk, dan aksi kejar-kejaran yang sangat tegang, membawa Jason kembali ke Newyork, ke markas pelatihan CIA tempat Jason menjalani program cuci otak. Di markas itulah masa lalu Jason Bourne tersimpan.
Perjalanan Jason ke Newyork tidaklah muda, karena ia harus berhadapan dengan para pembunuh bayaran profesional yang sama dengan dirinya, di tambah juga dengan aksi para CIA yang setiap saat membuntutinya dengan alat-alat CIA yang terkenal super canggih itu. Tanpa Jason sadari, di balik pencarian jati dirinya, terungkap juga skandal besar yang melibatkan petinggi CIA, ya... wajar saja Jason menjadi buronan CIA nomor 1.
Saya tidak akan berpanjang lebar menceritakan ending cerita film ini. Silahkan langsung menonton sendiri saja. Saya hanya mau menjamin, untuk anda yang suka film aksi heroik, anda tidak akan menyesal menonton aksi Jason Bourne.
Cerita film ini sangat kuat, jadi jangan kwatir, tanpa menonton film sebelumnya pun kalian akan tau garis besar pencarian jati diri Bourne. Paul Greengrass memang pantas di acungi 2 jempol, ia menutup trilogy ini dengan baik. Sangat lah pantas bila saya memberi angka tertinggi untuk film ini 'bintang 5'. (SA/2007)
Sutradara: Paul Greengrass Penulis Novel: Robert Ludlum Produser: Patrick Crowley,Frank Marshall,Paul L. Sandberg,Doug Liman Pemeran : Matt Damon,Julia Stiles,David Strathairn,Scott Glenn,Paddy Considine,Edgar Ramirez,Albert Finney,Joan Allen Duration: 111 min 
 | Category: | Movies | | Genre: | Other |
Film 'Harry Potter and the Order of the Phoenix,' menurutku film yang sangat di nantikan oleh para penggemar cerita fiksi fantasi karya J.K. Rowling, well... kalau aku pribadi, film ini adalah pemanasan sebelum aku membaca 'final book' nya yang akan segera release July 21 nanti.
Sejak siang, aku sudah pesan tiket, untuk penayangan 19.30, aku takut saat membeli karcis nanti malam, bioskop akan ngantri dan tiketnya ludes. Dan memang kejadian sih, sebelum film di mulai aku melihat tak satupun kursi kosong . Rupanya banyak yang bertujuan sama dengan ku, ingin pemanasan, ingin flasback sebelum menyelesaikan buku 7 nya nanti, semakin deg deg kan saja bagaimana Rowling mengemas endingnya.
Harry Potter and the Order of the Phoenix adalah film ke 5 dari serial Harry Potter, kali ini Warner mempercayakan film ini kepada sutradara David Yates untuk menggarapnya.
Aku rasa film ini lumayan menghibur, Yates membuat alur ceritanya tidak terlalu jauh melenceng dari novel aslinya.
Dan juga, banyak tokoh-tokoh baru yang bermunculan. Seperti Bellatrix Lestrange, Luna Lovegood dan Dolores Umbridge. Yang menarik adalah, kementrian sihir di gambar kan dengan sangat bagus dan sesuai dengan imajinasi ku selama ini, briliant.
Film Harry yang kelima ini sesuai dengan harapanku, apa lagi saat menyaksikan Albus Dumbledore dan Lord Voldermort duel, aduh rasanya 'Makyosss' bisa menyaksikan adegan itu, that's cool.
Hayo hayo tunggu apa lagi... buruan nonton, lumayan kan bisa pemanasan seperti aku.
Sutradara: David Yates Penulis Novel: J.K. Rowling Produser: David Heyman, David Barron Pemeran : Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Emma Watson, Ralph Fiennes, Michael Gambon, Gary Oldman, Imelda Staunton 
 | Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
Apa jadinya kalau Bumi berada ditengah-tengah perang antar galaksi, antara dua jenis robot. Autobots, sang pahlawan dan Deceptions sang penjahat, dimana mereka dapat mengubah bentuk mereka menjadi bermacam-macam objek, termasuk mobil, truk, pesawat dan peralatan teknologi canggih lainnya.
Michael Bay memang tidak tanggung-tanggung membuat film yang di angkat dari film cartoon jaman dulu ini, animasi robotnya benar-benar canggih. Two tumbs up deh untuk sutradara yang juga membuat film-film canggih seperti; Armageddon, The Rock, Pearl Harbor, Bad Boys, and Bad Boys II.
Oke deh tanpa panjang-panjang memuji sang sutradara, aku mulai saja mereview sedikit tentang film ini.
Beberapa ratus tahun silam karena perang robotic sebuah kotak besar yang bernama Allspark jatuh ke bumi. Captain Archibald Witwicky yang saat itu sedang melakukan penjelajahan di antartika, tanpa sengaja menemukan Allspark.
Lalu cerita nya lompat ke masa sekarang, US military base di Qatar di serang oleh robot jahat dari kelompok Deceptions, tujuan mereka ingin mencuri data tentang lokasi terjatuhnya Allspark.
Dan pada saat yang sama, di belahan dunia yang lain, yaitu di USA, Sam cucu dari Archibald Witwicky, yang sangat tidak populer di sekolahnya, tanpa sengaja bertemu dengan robot baik Bumblebee, dari kelompok Autobots, ia menyamar menjadi sebuah mobil tua, untuk menjadi pengawal Sam.
Sam di kawal karena ia menyimpan barang-barang peninggalan kakeknya. Kelompok Autobots menduga barang-barang peninggalan kakek Sam bisa menunjukkan lokasi jatuhnya Allspark.
Dari sini ceritanya berkembang ke aksi heroik Sam dan temannya Mikaela, dalam usaha mereka membantu Autobots menyelamatkan Bumi dari perang robotik.
Well, secara keseluruhan film ini menarik dan menghibur, hanya saja satu hal yang mengganggu ku, kesannya di film ini negeri paman Sam sedang memamerkan persenjataan mereka yang canggih-canggih itu.
Ya... terlepas dari hal itu, Film ini wajib tonton untuk anda yang pernah menyukai 'Autobots', sewaktu kecil.
Pemain: SHIA LABEOUF, JOSH DUHAMEL, BERNIE MAC, JOHN TURTURRO, TYRESE GIBSON Sutradara: MICHAEL BAY Produser: STEVEN SPIELBERG, BRIAN GOLDNER, MICHAEL BAY 
 | Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
John McClane (Bruce Willis) is back!!. Usianya memang sudah tak muda, tapi ia mampu menampilkan aksi menawan seperti di film sebelumnya. Di film ke-empat nya ini, Uncle John beraksi bersama Matt Farrell (Justin Long) seorang Hacker muda yang menjadi target pembunuhan kelompok teroris masa kini.
Teroris masa kini? Itu kata yang tepat untuk menggambarkan penjahat yang di hadapi Uncle John kali ini. Kelompok teroris itu di komandoi oleh Thomas Gabriel (Timothy Olyphant), mereka melumpuhkan sistem komputerisasi negeri paman Sam itu, dan secara automatis USA pun mendadak lumpuh total, tidak ada listrik, air, gas, lampu jalan, signal. Pendeknya, semua yang di jalankan dengan komputer, mati total.
Aksi uncle John di mulai ketika ia di kirim oleh atasannya untuk menjemput Matt Farrell. Saat sedang berada di apartment Matt, mereka di serang oleh sekelompok orang yang bersenjata lengkap. Dari sinilah kisah ini berkembang, Uncle John secara heroik menyelamatkan Matt dan terpaksa harus membawa Matt ke DC.
Aksi kejar-kejaran, tembak menembak, menjadi menu utama, kita di manjakan dengan aksi heroik uncle John, bukan itu saja ada juga aksi menawan Kungfu girl Mai Linh (Maggie Q). Film ini memang sangat menghibur, apa lagi bila anda senang dengan aksi Uncle Bruce Willis. Hanya saja seperti film sebelumnya, alur cerita Die Hard 4.0 ini terasa BIASA saja.
Directed by: Len Wiseman Produced by:John McTiernan, Arnold Rifkin, Bruce Willis Starring: Bruce Willis, Timothy Olyphant, Justin Long, Maggie Q, Mary Elizabeth Winstead 
 | Category: | Movies | | Genre: | Comedy |
Film ini menceritakan tentang Michael Newman, seorang arsitek berbakat yang karirnya sedang menanjak. Michael begitu sibuk dengan pekerjaan kantornya. Saking sibuknya ia sampai tidak punya waktu untuk sang istri Donna (Kate Beckinshale) , dua orang anaknya dan Kedua orang tuanya.
Belum lagi ia harus dibuat pusing dengan segala macam remote kontrol yang ada di rumahnya, mulai dari remote TV, Garasi, Lampu, dan segala macam alat electonik yang ada di rumahnya.
Karena itulah ia memutuskan untuk membeli sebuah remote kontrol yang dapat mengendalikan semua alat elektronik itu.
Dengan semangat itulah ia ke sebuah pusat perbelanjaan yang mempertemukan ia dengan Morty (Christopher Walken).
Morty memberikannya sebuah Remote control dengan kekuatan super yang hanya dibuat untuk Michael seorang dan Remote kontrol itu dapat mengendalikan semua keinginannya.
Dengan remote kontrol itulah ia bisa mengendalikan semua masalah dengan keluarganya, bahkan ia juga menggunakan remote itu untuk mendongkrak karirnya di kantor. Awalnya Michael sangat menikmati segala kemudahan yang di berikan oleh remote kontrol itu, namun akhirnya remote kontrol ini membuat hidup Michael semakin rumit.
Banyak kisah hidupnya yang ia lewati karena kekuatan remote itu, seperti saat ia harus bercerai dengan istrinya, ia tidak bisa melihat anak-anaknya tumbuh dewasa dan yang paling membuatnya sedih saat Ayahnya meninggal, kejadian ini membuat michael semakin ingin mengembalikan remote itu kepada Monty.
Namun usahanya itu sia-sia karena remote itu dibuat untuknya dan tidak bisa di kembalikan seperti dengan perjanjian awal saat ia menerima remote itu.
Dengan berat hati ia pun menjalani hari tuanya dengan kesedihan. Sedih melihat mantan istri yang bahagia dengan suami barunya, sedih melihat anak-anaknya tumbuh dewasa tanpa pernah tau bagaimana mereka tumbuh, dan ia begitu tertekan mengetahui kenyataan bahwa ia tidak datang di hari pemakaman Ayahnya.
Kesedihannya itu tidak berakhir di situ saja, hari tuanya di bayar mahal dengan penyakit yang ia idap. Saat ajal menjemput ia akhirnya menyadari bahwa keluarga adalah yang utama. "Family first" bisiknya terhadap anak sulungnya yang baru saja menikah dan ia pun meninggal di jemput oleh Monty yang ternyata adalah seorang Malaikat Kematian.
Seperti film-film Adam Sandler sebelumnya, film ini penuh dengan komedi-komedi segar ala Adam Sandler. "Two thumbs Up" untuk film CLICK ini, menurutku.
Silahkan nonton sendiri ya..., kalau ingin tau endingnya!. "Loh memang masih ada ending lagi? Bukannya Michael sudah meninggal?" tanya yang baca review ini. "Ya silahkan nonton sendiri saja!" ujarku sambil tersenyum simpul. 
    | Heart | Sep 21, '06 10:36 PM for everyone |
 | Category: | Movies | | Genre: | Romance |
Akhirnya kesampaian juga nonton film Heart. Kisah klasik yang diangkat kelayar lebar, dan mampu menghipnotis pencinta film Indonesia. Film produksi Star Vision ini sangat sukses pada saat pemutaran di bioskop, sampai-sampai kalau mau nonton kita harus ngantri untuk beli tiketnya. Fenomenal soalnya Heart bisa ngalahin antrian tiket film-film Holywood (makanya saya milih nonton dari VCD originalnya saja).
Seperti saya bilang diawal. Heart ini diangkat dari cerita klasik tentang persahabatan dua orang anak manusia yang akhirnya retak!. Dua sahabat itu adalah RACHEL (Nirina Zubir) seorang gadis yang sangat tomboy, enerjik, cuek, cekatan dan FAREL (Irwansyah) pemuda tampan yang romantis, dan berpenampilan apa adanya. Mereka sudah bersama sejak kecil hingga mereka dewasa, ibaratnya “Bagaikan semut tanpa garam” dimana ada Rachel disitu pasti ada Farel, mereka selalu saling mengisi.
Hingga suatu saat persahabatan mereka akhirnya retak, karena Farel bertemu dengan wanita impiannya LUNA (Acha Septriasa) seorang penulis komik muda, cantik, feminim namun sedang sekarat. Saat itu Farel tidak sengaja mengenal Luna di sebuah toko buku sederhana, dan ia pun langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.
Kebahagiannya itu ia bagi dengan Rachel sang sahabat sejatinya. Dan sebagai sahabat Rachel berusaha membantu Farel untuk mendapatkan Luna. Dalam usahanya membantu Farel, Rachel merasakan sesuatu yang tidak pernah ia rasakan. Ia merasa Cemburu! Hal ini bertolak belakang dengan kegigihannya membantu Farel.
Rachel pun goyah, ia jadi bimbang dengan perasaannya. Ia berusaha menarik perhatian Farel dengan mencoba tampil feminim. Tapi bukannya mendapatkan hati Farel, ia bahkan harus rela menerima kenyataan kalau persahabatannya dengan Farel telah berakhir. Farel sangat mencintai Luna dan Farel tidak mau kehilangan Luna…
Saya tidak akan menceritakan Endingnya? Takut yang belum nonton kehilangan greget, jadi kalau penasaran silahkan nonton sendiri ya.
Fakta dari film ini: 1. Film ini Laris manis dipasaran. Ngantri jo ampe berminggu-minggu. 2. Soundtrack filmnya TOP banget, semakin mengukuhkan Melly Goeslaw sebahai ratu SOUNDTRACK untuk FILM Indonesia. 3. So far baru 4 film yang buat aku sampai berlinang air mata kalau nonton yaitu ; Gone With The Wind (Hollywod punya), Kuch Kuch Hotae (Bollywood hahahaha), Fly Me To Polaris (Mandarin) dan Heart (Indonesia). 4. You know what? Dari 10 orang yang aku tanyain “Apa film Heart bagus?” hanya 1 orang tuh bilang film ini “BAGUS” , yang lainnya bilang “BAGUS BANGEEET”. 5. Film ini tontonan wajib anak ABG :P <<< Baru neh
Mau bernyanyi mengenang Sahabat tercinta? Nih saya pastein Lirik Soundtrack Heart:
Judul: My Heart Yang Nyanyi: Irwansyah feat Acha Septriasa (Mereka pacaran beneran lo) Pecipta: Melly Goeslaw
Disini kau dan aku terbiasa bersama menjalani kasih sayang bahagia kudenganmu
pernahkah kau menguntai hari paling indah ku ukir nama kita berdua disini surga kita
bila kita mencintai yg lain mungkin kah hati ini akan tegar sebisa mungkin tak akan pernah sayang ku akan hilang
if u love somebody could we be this strong i will fight to win our love will conquer all wouldn’t risk my love even just one night our love will stay in my heart my heart
pernahkah kau menguntai hari paling indah ku ukir nama kita berdua disini surga kita
bila kita mencintai yg lain mungkin kah hati ini akan tegar sebisa mungkin tak akan pernah sayang ku akan hilang
if u love somebody could we be this strong i will fight to win our love will conquer all wouldn’t risk my love even just one night our love will stay in my heart my heart 
 | Category: | Movies | | Genre: | Romantic Comedy |
Banyak film komedi romantis yang beredar saat ini, tapi cerita Just Like Heaven kali ini sedikit berbeda. Elizabeth (Reese Witherspoon) adalah seorang dokter yang sangat berdikasi dan dia tidak punya kehidupan pribadi di luar rumah sakit. Suatu malam ketika dia menuju rumah adiknya untuk makan malam, kendaraan yang dia pakai di tabrak oleh sebuah truck.
Kejadian yang dia ingat setelah itu, seorang pria tinggal di apartmenya. Dia tidak menyadari kalau ternyata saat ini dia telah koma 3 bulan di rumah sakit. Dan apartmentnya telah disewakan ke David (Mark Ruffalo), yang menarik tidak satu orangpun yang bisa melihat roh nya kecuali David si pria kesepian yang mempunyai masalah dengan perkawinannya.
David bingung karena Elizabeth mengaku pemilik Apartment itu sementara dia yakin kalau dia baru saja menyewa secara resmi apartment tersebut, setelah mengetahui ternyata sosok Elizabeth yang berdiri di depannya adalah sebuah hantu atau roh gentayangan, dia mencoba segala cara untuk mengusir hantu tersebut, mulai dengan konsultasi ke konsultan arwah gaib kalau di sini lebih di kenal dengan dukun kali ya sampai dengan membeli segala buku yang berbau mistis. Tapi semua usahanya tidak berhasil, si hantu cantik tersebut masih saja ada dan mengganggu dirinya. Begitupun dengan Elizabeth, dia merasa dirinya bukanlah roh yang gentayangan, sangat yakin kalau dia masih hidup dan dia sama sekali tidak bisa menerima kenyataan itu.
Karena penasaran David menyelidiki pemilik apartment tersebut, di Bantu dengan Roh Elizabeth yang juga ingin mengetahui siapa sebenarnya dirinya (rupanya si arwah cantik ini sedang lupa ingatan). Akhirnya mereka sampai di Rumah sakit di mana tubuh Elizabeth sedang berbaring kaku karena koma. David mencoba menolong Roh Elizabeth untuk kembali ke tubuh kakunya yang sedang koma. Disinilah mereka menyadari kalau ada sesuatu yang membuat mereka saling membutuhkan.
Witherspoon dan Ruffalo sangat briliant memerankan cerita drama komedi Just Like Heaven ini, mereka dapat membuat cerita yang biasa - biasa saja menjadi menyegarkan. Begitu juga dengan endingnya, Elizabeth akhirnya bisa sadar dari komanya karena kekuatan cinta “Love will bring you back”, tapi apakah Elizabeth bisa mengingat David sang penolongnya?. Saksikan saja ceritanya di bioskop terdekat atau di DVD (tapi jangan yang bajakan ya ^_^), dan Jangan kwatir karena film jenis ini selalu berakhir dengan menyenangkan. 
 | Category: | Books | | Genre: | Mystery & Thrillers | | Author: | C.S. Lewis |
The chronicles of Narnia adalah serial cerita karya maestro C.S. Lewis. Salah satu judul bukunya “Sang Singa, sang Penyihir, dan Lemari” yang menurut saya sangat menarik hingga cerita buku ini di angkat ke layar lebar dan akan tayang akhir tahun 2005.
Narnia adalah dunia dimana sang singa bisa berbicara, dunia dimana penyihir putih berkuasa.
Berawal dari petualangan ke empat anak, Peter, Edmund, Susan dan Lucy. Mereka diungsikan kerumah seorang profesor tua yang tinggal di pedesaan, profesor yang tidak pernah menikah dan hanya tinggal bersama dengan pengurus rumahnya. Pada saat bermain dengan ketiga kakaknya sibungsu Lucy tanpa sengaja menemukan lemari ajaib di rumah tersebut, ternyata lemari tersebut adalah pintu masuk ke dunia lain NARNIA, dan disanalah semua petualangan ajaib mereka berawal. Saat pertama kali memasuki Narnia, tempat tersebut sedang di landa musim salju yang berkepanjangan karena Narnia sedang di kutuk oleh seorang penyihir putih yang sangat jahat. Sipenyihir putih berkuasa dan menindas rakyat Narnia dengan semena – mena, hampir semua rakyat Narnia yang menentangnya akan di ubah menjadi patung dan di letakkan di istananya sebagai pajangan.
Hingga suatu saat sipenyihir putih bertemu dengan Edmund yang saat itu terpengaruh oleh karisma si penyihir dan masuk dalam jebakannya, Edmund berjanji akan menyerahkan ketiga saudaranya dan Edmund tidak sadar bahwa orang yang dia temui saat itu sedang menjebaknya dan berniat jahat terhadap diri dan saudaranya. Beruntung, rakyat Narnia yang terdiri dari binatang yang dapat berbicara dan baik hati menolong mereka. Rakyat Narnia yakin ke empat anak itu merupakan anak yang terberkati. Mereka adalah Anak Adam dan Anak Hawa, yang menurut mitos dan kepercayaan rakyat Narnia, hanya keempat anak ini beserta singa agung Aslan yang dapat mematahkan kutukan jahat sang penyihir dan mengembalikan masa keemasan Narnia.
Karena ingin menyelamatkan Edmund akhirnya Aslan mengorbankan jiwanya kepada penyihir putih. Tapi ternyata dugaan sang penyihir itu salah, dipikirnya Aslan akan mati setelah menyerahkan jiwanya tetapi sebaliknya Aslan bangkit menjadi Singa dan Raja terkuat di Narnia. Setelah Aslan bangkit dan mengembalikan semua rakyat yang sudah di ubah menjadi batu oleh penyihir putih, saat itulah mereka berperang melawan penyihir dan mematahkan sihir jahatnya yang telah mengubah musim salju di Narnia tanpa akhir.
Dongeng anak-anak yang di kemas menarik dan penuh petualangan, alur ceritanya yang mudah dipahami membuat buku ini dapat di nikmati oleh anak – anak maupun orang dewasa. Cerita yang mungkin tidak akan pernah berakhir karena Narnia menyimpan banyak misteri di petualangannya yang lain. Di Indonesia sampai saat ini sudah ada 4 judul “The chronicles of Narnia” yang sudah diterbitkan dan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia yaitu; The Lion, The Witch and The Wardrobe, The Magician’s Nephew, Prince Caspian dan yang terbaru The Silver Chair. 
 | Category: | Movies | | Genre: | Animation |
Film animasi Disney kali ini mengangkat kisah “Chicken Little”. Tokoh utamanya seekor anak ayam yang kurus, kecil, memakai kaca mata dengan ukuran besar ia di panggil Chicken Little (suara di isi oleh Zack braff), dan selalu menjadi objek penderita di sekolahnya. Bukan itu saja Chicken lillte dianggap anak yang selalu membuat onar di kota “Oakley Oaks”, kota dimana semua penduduknya terdiri dari binatang yang bisa berbicara.
Bagaimana kisah ini di mulai? Jangan berharap film ini akan di buka oleh kata ajaib "Once upon a time....?" setelah itu muncul gambar dan cerita yang indah. Kali ini Disney membuka cerita film ini lain dari biasanya, ceritanya dimulai ketika Chicken little sedang membunyikan lonceng tanda bahaya kota, karena ulahnya ini maka terjadilah kepanikan di seluruh kota, tabrakan beruntun di setiap perempatan jalan, penduduk berlarian kesana kemari mereka panik karena pneduduk kota berpikir ada bahaya yang mengancam kota Oakley Oaks.
Tapi ternyata itu hanya ulah Chicken little. Menurutnya akan ada Alien yang menyerang kota mereka makanya ia membunyikan lonceng itu. Tentu saja alasan itu membuat warga kota jadi kesal dan marah terhadapnya, bahkan media cetak setempat meliput kejadian ini dan menyalahkannya, dari sinilah awalnya ia di cap looser oleh teman-temannya. Karena ulahnya ini, Ayahnya (suara di isi oleh Garry Marshall) meminta maaf kesemua penduduk kota karena anaknya telah membuat mereka panik.
Balik lagi ke Chicken Little, karena kejadian itu ia merasa bersalah tetapi ia tetap meyakini apa yang dia lakukan itu benar dan bukan hayalan dia semata, ia berjanji suatu saat akan membuktikan itu kepada semua orang. Tapi sialnya, di hari pertama sekolah dia sudah ketinggalan bus jemputannya dan kehilangan celananya saat mengejar bus tersebut. Di sekolah pun ia masuk kategori anak yang tidak favorite bersama dengan ke 3 sahabatnya; si bebek jelek yang berhati baik “Abby” (suara di isi oleh Joan Cusack), Merry ikan kecil yang selalu memakai helm yang berisi air, dan Runt babi yang manis tetapi sangat gemuk.
Bagaimana caranya membuktikan kalau ia bisa menjadi anak favorite? Dan bagaimana mengembalikan kepercayaan Ayahnya?. Caranya mudah saja, bergabung ke tim baseball dan mengikuti jejak sang ayah yang pernah menjadi bintang di tim baseball sekolah. Tapi ide ini sangat tidak mungkin mengingat kondisi fisik Chicken little yang tidak mendukung, tetapi berkat perjuangan dan tekat yang kuat akhirnya ia berhasil membuktikan ke temannya dan ayahnya kalau ia mampu masuk tim baseball dan punya andil akan kemenangan tim.
Dengan bantuan ketiga sahabatnya, suatu malam ia mendapat kesempatan untuk membuktikan kepada penduduk Oakley Oaks mengenai mahluk asing. Tapi ternyata kesempatan itu gagal lagi, ini mengakibatkan semua warga mencemohkannya. Seperti film animasi Disney yang lalu - lalu ending ceritanya selalu di buat happy ending, begitupun dengan cerita Chicken little kali ini.
Secara keseluruhan film ini sangat menarik karena gambarnya yang dinamis, menyegarkan, soundtrack yang keren, Alur cerita yang menghibur dan tidak membosankan selain itu banyak pelajaran moral yang bisa di ambil dari cerita film “Chicken Little”. Seperti adegan di saat Chicken little dengan segala upaya menolong Merry si ikan kecil yang terbawah oleh pesawat mahluk asing. Film ini juga menampilkan banyak adegan humor, contoh; alien yang menyerang bumi dibuat mirip dengan alien yang ada di film “War of the World” hanya saja ini versi animasinya jadi tidak seseram dengan yang asli.
Bila anda senang dengan animasi Disney lainnya; The Emperor's New Groove, Lilo and Stitch, dan A Bug's Life. Maka jangan lewatkan petualangan “Chicken Little” karena film animasi ini sangat menyegarkan. 
 | Category: | Movies | | Genre: | Mystery & Suspense |
“It Started Like Any Other Night”
Siapa yang tak kenal dengan Tom Cruise, duda yang paling diincar para gadis ini mencoba terlibat dengan proyek yang tidak biasa dengannya. Ia bermain dalam peran antagonis. Jangan pernah berharap akan melihat senyum menawannya yang khas di film ini.
Kisah Collateral sebenarnya sederhana saja, Vincent (Tom Cruise) Si Pembunuh Bayaran, menyewa seorang supir taksi bernama Max (Jamie Foxx) untuk mengantarnya keliling Los Angeles. Vincent mendapat tugas membunuh 5 orang yang akan bersaksi dalam pengadilan seorang Gembong Narkotik.
Dalam satu malam kedua orang ini saling menggantungkan nasipnya satu sama lain dengan cara yang unik di tengah – tengah peristiwa pembunuhan yang di lakukan oleh Vincent dan kejaran oleh FBI serta Polisi. Vincent rela berbuat apa saja demi menggapai segala keinginannya. Namun saat hidupnya terdesak, Ia harus pintar – pintar memutar otak demi menyelamatkan diri, termasuk menawan seorang sopir taxi. Jiwa Max terancam bila tidak menuruti semua permintaan sang pembunuh, dan begitupun Vincent dia juga sangat bergantung oleh seorang supir taxi yang hingga malam ini tidak pernah ingat akan wajah – wajah penumpangnya.
Walaupun mengambil setting di L.A., Collaretaral tidak menampilkan banyak tokoh. Semua di set untuk tampil secara personal dan memiliki peranan yang membangun kerangka cerita secara efektif. Collateral bisa jadi tidak memiliki twist yang gila – gilaan untuk ukuran film yang berlatar belakang thriller, Namun Michael Mann sang Sutradara menekankan pada kemungkinan bahwa semuanya bisa terjadi, membuat kita akan ikut berada dalam taxi milik Max. Kisah praktis namun rumit ini juga di dukung oleh naskah yang bagus. Film wajib tonton untuk para penggemar Cruise. 
 | Category: | Movies | | Genre: | Horror |
Run the truce is ending. Mengambil setting tahun 1897, sebuah desa kecil bernama Covington, Pennsylvania yang berpenduduk 60 orang percaya dengan mitos gaib tentang mahluk misterius yang tinggal di dalam hutan. Dalam keseharian masyarakat Covington hidup tentram dan damai, nyaris semua generasi muda percaya dengan mitos yang di hembuskan oleh para sesepuh di sana. Tidak ada satupun pemuda dan pemudi yang berniat keluar dari desa kecil tersebut, singkatnya ketakutan mereka dengan mahluk misterius yang di sebut sebagai “Those we don’t speak of” membuat mereka untuk tetap tinggal dan membangun desa tempat mereka lahir dan besar.
Jangankan memasuki hutan, membicarakan mahluk tersebut saja merupakan hal yang tabuh bagi mereka, tetapi itu tidak berlaku bagi si Lucius Hunt (Joaquin Phoenix), Si pemuda penasaran yang membuat Kepala desa Edward Walker (William Hurt) mengancamnya agar tidak menorobos batas antara hutan terlarang dan desa mereka yang sudah di sepakati dengan mahluk misterius tersebut, jika kesepakatan itu di langgar maka sesuatu yang buruk akan menimpah desa mereka.
Namun niat tulus Lucius yang ingin berkelana kedunia luar sudah bulat, walaupun niatnya itu tidak di dukung oleh sang Ibu Alice (Sigourney Weaver) Lucius tetap bertekad meninggalkan desanya, tetapi hanya kepada Ivy (Bryce Howard) anak Kepala desa yang buta dan cantik dirinya tidak bisa menolak, Ivy punya sesuatu yang tidak bisa di tolak bahkan Lucius pun jatuh hati kepada gadis lugu tersebut. Rupanya bukan hanya Lucius saja yang jatuh hati kepada Ivy, tetapi Noah Percy (Adrian Brody) pria kasar dan aneh juga mendambakan hati Ivy, tetapi Ivy sudah menentukan pilihannya kepada Lucius seorang.
Suatu hari terjadi perkelahian sengit antara Noah dan Lucius yang mengakibatkan Lucius terluka parah dan nyaris sekarat, harapan untuk hidup hanya ada jika ada seseorang yang keluar Desa mencari obat buat Lucius. Setelah sesepuh desa berembuk di putuskan yang bisa melalui hutan terlarang untuk mencari obat hanya Ivy seorang, di mulai lah petualangan Ivy yang penuh dengan ketegangan demi ketegangan yang di laluinya.
Apakah Mahluk misterius ini memang ada dan siap memangsa siapa saja yang memasuki hutan terlarang termasukl Ivy? Atau, itu hanya metafora dari sesepuh di Covington yang antipati terhadap modernitas? Seperti dengan karya Shyamalan’s sebelumnya The Sixth Sense, Unbreakable & Signs endingnya selalu tidak terduga, begitu juga dengan The Village, jangan pernah menyimpulkan endingnya sebelum anda menonton hingga akhir.
The Rules: * Let the bad color not be seen. In attracts them. * Never enter the woods. That is where they wait. * Heed the warning bell, for they are coming. 
| |