shrie's posts with tag: ff
Bejo: “Selamat siang, bisa bicara dengan Dedy?” Cewek: “Dedy? Maaf pak salah sambung” Kira-kira begitu kali ya jawab si cewek di ujung sana, dengan suaranya yang super duper lembut dan centil. Makanya si bejo langsung klepek-klepek dan langsung mengeluarkan jurus andalannya. B: “Oh salah sambung, Kalau embak namanya siapa nih? Boleh kenalan gak?” C: [ Gak tau deh omong apa lagi! soalnya aku gak bisa denger seh]
Obrolan diatas hampir tiap hari jadi santapanku di kantor. Maklum saja rekan sekerjaku Bejo yang kebetulan “Marketing” paling demen godain cewek – cewek di telpon. Dan sangat jarang ia mendapat penolakan dari cewek-cewek itu, paling banyak berhasilnya.
Aku juga bingung kok bisa? Orang suara si bejo gak sesksi gitu kok. Ia cuman modal pintar omong aja, maklum “Marketing”. Tapi selalu saja cewek-cewek itu tergoda dan akhirnya tuker2an nomor HP, kadang berlanjut dengan ketemuan di sebuah Mall atau Halte bus. Hahaha... emank si bejo ini maunya gebet sana gebet sini tapi gak modal alias pelit .
B: “Eh wi, ketemuan yuk?” C: &*)(((^$##$% [ Aku kan gak bisa denger si cewek omong apa!] B: “Gak apa-apa wi, aku orangnya juga jelek ko” C: &*(XX^^*( B: “Tenang aja, tar gue antar lu pulang. Tapi naik motor ya…!” C: Membanting telponnya di ujung sana…!
Nah itu tuh contoh kalau dia di tolak. Ya… iyalah hari gini cewek sih ogah di ajak kencan pakai motor.
Suatu hari bejo juga kena getahnya. Ceritanya begini: Aku: “Jo , line 2 buat lo tuh” B: “Sapa nek? Cewek?” (Nek? Itu panggilan ku di kantor, aku bingung padahal aku masih muda belia gini kok di panggil nenek, nasip nasip…) A: “Iya cewek, gebetan lu kali!” ujarku cuek tanpa noleh padanya. B: “Haaalooo, selamat siang…” ujarnya dengan sura yang di buat centil banget. Si Penelpon: &*())^%%TY B: “Eh… mama, ada apa ma?” jawab bejo so jaim…
Aku langsung terbahak - bahak sambil ngeliatin bejo yang langsung berubah jaim B: “Gile lu nek… bini gua taaau!” ujar bejo setelah menutup telpon. A: “La? kan tadi elu nanya. Cewek ya?. Ya… gw jawab iya dong” B: “Ya bilang aja itu bini gue nek…” A: “Makanya jo… jangan gebetan mulu, ingat bini dan anak lu”
Ya gitu deh kisah si Bejo sang Buaya darat beneran, selalu ngaku SINGLE padahal udah punya istri dan dua anak. Bejoo… bejoo…Eling Jo…!
Created: October 6, 2006 / Saat bangun Sahur Noted: Word 383
 | Ngintip! | May 12, '06 12:22 AM for everyone |

Judul: Ngintip Start Tgl: 26 January 2006 Finished: 4 May 2006 By: Shrie Amriza
Nikmatnya nyeruput kopi panas di pagi hari, di temanin sebatang rokok kretek hasil comot dari kantong Likin yang masih terlelap dalam tidurnya, rupanya ia lembur lagi semalam. Dordordor.. terdengar pintu kontrakankku di gedor dari luar dengan kasarnya “siapa sih pagi-pagi sudah namu?” aku beranjak menuju pintu.
Baru saja tanganku akan meraih gagang pintu, kembali terdengar suara gedoran yang makin dasyat, saking dasyatnya tetangga radius 3 km juga bisa mendengar suara gedoran itu.
“Oh embak, ada apa?” rupanya Mbak Desi yang ngontrak persis di sebelah kontrakanku, kami sama-sama kontrak di rumah kontrakan Bu’le Wardi. Aneh mau apa ia pagi-pagi gini, dan tumben ia namu ke kost kami?, gumanku dalam hati. “Kamu Yadi kan?” tanyanya penuh amarah sambil menunjukku dengan jemari kecilnya yang hampir saja mencolok mataku. “Iya, kenapa mbak” jawabku sedikit kaget. “Kamu jangan kurang ajar sama perempuan ya!” ucapnya dengan nada yang semakin tinggi, kemarahannya pun terlihat tidak dibuat-buat.
Membuatku jadi serba bingung ko pagi2 dapat makian seperti ini “Saya salah apa Mbak?” tanyaku lagi. “Jangan pura-pura ya?, kamu kan ngintip saya sedang mandi, ayo serahkan rekamannya, serahkan buktinya” bagai di sambar petir di pagi nan cerah ini aku kaget karena di vonis ngintip. “Hah! Ngintip? Yang benar saja? Saya ga ngintip embak!” ujarku membela diri.
“Kamu jangan bohong, ayo ngaku saja dan serahkan rekamannya!” paksanya lagi. “Rekaman apaan sih mbak? Saya gak punya barang-barang seperti itu, HP aja gak ada” ujarku lagi. “Kamu jangan main-main ya, kamu bisa tau akibatnya kalau dalam waktu 24 jam kedepan kamu tidak ngaku dan menyerahkan rekamannya!” ujarnya mengancamku dan berlalu meninggalkan diriku yang terbengong-bengong.
Dan membuatku menginggat kejadian beberapa hari yang lalu tanpa sengaja aku melihatnya mandi di lantai 2 kontrakan kami melalui celah dari tripleks yang dipasang tidak rata oleh Pa’Le Wardi. Kuisap sisa rokok kretek yang masih terselip di jemariku dan bergegas masuk kedalam.
(Terinspirasi oleh kisah nyata yang dialami oleh seorang teman di Mangga Besar , Jaksel – Jan 2006)
Info foto: Official picture of James Bond 007 Movie.

April 26, 2006 By: Shrie Amriza
Konsentrasiku buyar oleh dering telpon di sudut sana, aku kehilangan greget adegan haru biru pertemuan Kim dan Soo di salah satu episode Drama Korea berjudul “Love for the first side” yang sedang aku tonton dan sangat menyita waktuku belakangan ini. Ya, aku memang lagi tergila-gila dengan drama Korea. “Sial ganggu aja nih” umpatku dan bergegas memencet tombol PAUSE pada remote control, dengan malasnya aku menyeret kedua kakiku menuju telpon disudut ruangan yang jaraknya hanya 3 meter dari tempat aku nonton.
“Selamat siang” ucapku singkat. “Siang bu” ujar orang diujung sana, suaranya terdengar sangat sopan dan berwibawa. “Ini siapa” ujarku ketus, aku masih kesel karena di interupsi dari acara favoriteku. “Maaf, apa benar ini kediaman Bapak Soeryo?” tanyanya sekali lagi dan masih sopan. “Betul, tapi bapak lagi ga ada!, Ada pesan ?” ujarku lagi-lagi ketus, ingin sekali aku memutuskan sambungan telpon saat itu. “Maaf, saya bicara dengan siapa?” tanyanya lagi, dan membuatku semakin kesel ngapain sih dia pingin tau siapa aku, wajah-wajah aktor Korea kembali bermunculan di benakku seolah-olah mereka memanggilku untuk segera kembali menonton. “Saya anaknya, ada pesan?” tanyaku singkat.
“Baiklah kalau Adik ini anaknya, Nama saya Prawoto dari UGD RS Permata Sejahtera. Saya ingin mengabarkan bahwa Ayah anda mengalami kecelakaan!” aku shock, bagai di siram bergalon-galon air dingin badanku serasa langsung kaku, bibirku pun sangat susah untuk di gerakkan. “Halo halo Adik masih disana?” ujar bapak itu sedikit panik, membuatku semakin susah untuk berbicara, terasa pipi ini basah oleh air mata yang mengalir, “beliooo gimana apakah selamat aaaatauu…??” ujarku gugup, dan masih shock dengan berita tersebut, “Maaf dik, belio tidak selamat dalam kecelakaan tersebut, belio telah wafat sebelum tiba di RS” ujar Pak Prawoto tenang. Dan sekali lagi tubuhku merasakan sensasi yang luar biasa hebatnya kalau tadi badanku spontan kaku dan tak bisa bergerak, saat ini aku langsung lunglai dan terduduk di lantai, gagang telpon pun lepas dari peganganku diujung sana terdengar bapak itu memanggilku berulang-ulang, dengan sisa-sisa tenaga aku coba meraih gagang telpon itu, “Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun” hanya kata itu yang bisa terucap dari bibirku yang kaku. “Adik, silahkan segera kesini untuk mengidentifikasi Jasad Bapak Soeryo Atmaja dan segera di bawah kerumah duka” ujarnya tetap sopan dan terdengar penuh simpatik.
“Apa!” ujarku cepat “Tadi bapak bilang apa?” ulangku lagi, spontan aku langsung mendapatkan kekuatan yang sangat besar dan membuatku langsung bisa berdiri dengan tegap. “Maaf, maksud adik?” katanya singkat. “Tadi bapak bilang Soeryo Atma....” ujarku sekali lagi. “Oooh ituu, Adik secepatnya kesini saja biar jasad Bapak Soeryo Atmaja segera di bawah kerumah duka” ulangnya masih tetap sabar dengan rasa simpatik yang demikian dalam. “Jadi yang kecelakaan itu Soeryo Atmaja? tapi Ayah saya namanya Soeryo Syaputro, waaah bapak salah sambung nih, gimana sih!” ujarku kesel dan juga legah. “Bagaimana sih, salah sambung ko diangkat !”. Di ujung sana terdengar nada tuut..tuut..tuut..[SA]
Note:
*This is my first "Flash Fiction" What do you think?
*Ter-Inspirasi oleh si Boz, soalnya dia suka nyeletuk "Salah sambung Ko Diangkat?" ketika ia salah memencet no telpon yang diinginkan 
| |